Summer dua tahun lalu, kami bertiga diundang ke pesta ulang tahun Ifkar ke-7, tetangga kami di London. Salah satu acara dalam pesta itu adalah pertunjukan ala wayang golek (golek=boneka) seorang seniman Inggris dengan boneka-boneka koleksinya dari seluruh dunia. Termasuk cepot, tokoh di wayang golek versi Sunda.
Ketika salah satu boneka, yaitu Saraswati asal India yang pintar menari meliuk-liukan badannya bak ular kobra itu beraksi, si seniman meminta hadirin untuk mengucapkan magic word. Karena Saraswati akan berubah wajah.
Saat itu baru saya sadar bagaimana kuatnya pengaruh Harry Potter dalam pikiran anak-anak Inggris. Wingardium Leviosa adalah spell paling terkenal dalam seri I buku dan film Harry Potter and the Philosopher's Stone.
Magic Word yang saya sangka akan dipakai anak-anak saat itu adalah simsalabim atau abrakadabra (Abrakadabra ini baru dipakai di cerita Harry Potter buku ke-4, diceritakan sebagai spell paling mematikan, yang biasa dipakai Lord Voldermort, termasuk ketika membunuh kedua orang tua Harry Potter). Simsalabim dan abrakadabra itu adalah dua mantra yang paling saya kenal, sama sekali saya tidak berpikir wingardium Leviosa, spell yang dipakai Harry Potter dkk di Hogwart untuk menerbangkan objek yang dituju.
Kesimpulan saya, generasi sekarang telah berubah dari generasi saya (yang kini telah menjadi generasi ibu-ibu mereka! )meskipun parameter yang saya gunakan mungkin terlalu sederhana, hanyalah pada pengenalan magic word/spell/mantra. Dan respondennya juga sempit, hanya 40 murid kelas 2 SD di London. Mungkin di Indonesia anak-anak juga tetap lebih hapal simsalabim atau abrakadabra.
Anyway, wingardium leviosa ala teman-teman Ifkar itu begitu membekas dalam ingatan saya. Dan sejak semalam saya memikirkan peristiwa itu lagi karena kemarin kami bertiga menonton film ketiga Harry Potter. Bukan lagi wingardium Leviosa, mantra yang menjadi highlight di buku dan film Harry Potter and Prisoner of Azkaban adalah EXPECTO PATRONUM.
Mantra itu digunakan Harry Potter untuk mengalahkan pengaruh Dementors, makhluk menyeramkan penjaga penjara Azkaban yang punya kemampuan mengerikan membangkitkan ketakutan paling dalam pada manusia dan juga menyedot kebahagian dari jiwa manusia, melalui Dementors kiss. Menurut ceritanya, jika manusia dihukum dengan ciuman Dementors itu, maka akibatnya lebih parah daripada kematian.
Ada dua kata, yang diingat Kirana usai menonton film dengan masa putar 140 menit itu. Pertama adalah Azkaban, yang diucapkan lidah Inggris dan juga Kirana sebaga Ezkeben.( "Not Azkaban mummy, It's Ezkeben"! Kata kirana selalu memprotes pengucapan ala Jawa Mummy-nya) Dan tentu saja, spell baru expecto patronum itu.
Saya membayangkan kalau misalnya saya mengundang teman-teman Kirana musim panas ini, dan mereka saya suruh mengucap mantra pastilah semua akan berteriak: EXPECTO PATRONUM! Well, Kirana setidaknya telah mahir dan yakin benar dengan meneriakan spell itu ia akan menghilangkan kemarahan Mummy-nya. Yeah, fat chance young lady!